Setelah tim kami beralih menggunakan teknologi GPT-5 untuk pengenalan alamat, tingkat kesalahan (error rate) jenis 429 turun dari 13% menjadi 0,2%, namun kami menemui 2 masalah yang tidak terduga.
Artikel ini didasarkan pada pengalaman praktis dari sebuah tim startup logistik beranggotakan tiga orang di Eropa, yang telah beralih dari menggunakan sistem pengenalan alamat lama ke GPT-5. Dari pengalaman tersebut, terlihat bahwa kesalahan pembatasan akses (rate limiting error) yang sebelumnya mencapai 13% berhasil turun menjadi 0,2%. Artikel ini juga membahas dua kasus nyata yang dihadapi, yaitu masalah adaptasi sistem untuk bahasa minoritas dan pengeluaran yang melebihi anggaran untuk penggunaan token. Selain itu, artikel ini memberikan kriteria yang jelas untuk memutuskan apakah sebuah tim harus memilih GPT-5 atau tidak, serta saran praktis untuk memulai penggunaannya.